Minggu, 21 Desember 2014

Kreativitas Buah Bergoyang

A. LATAR BELAKANG


Dalam sehari-hari kulit buah pasti kita buang dan kita hanya memakan daging buahnya saja selain itu pada saat acara kita sering kekurangan dalam hal wadah untuk menyediakan makanan akhirnya kita belilah wadah plastik yang hanya sekali pakai setelah itu dibuang dan bentuk wadahnya terkadang kurang menarik. Dalam hal ini ketika kita memerlukan wadah lebih baik kita menggunakan kulit buah sebagai wadah makanan kita selain menarik juga menghemat tempat dan tidak mengurangi volume sampah. Setelah itu wadah buah lebih alamiah dan terjamin kesehatannya. 

B. TEORI
B.1 TEORI WALLAS


Berdasarkan Teori Wallas yang dikemukakan pada tahun 1926 dalam bukunya The Art of Thought, yang menyatakan bahwa proses kreatif meliputi empat tahap, yaitu:
1. Persiapan, yaitu mempersiapkan diri dalam memecahkan permasalahan yang muncul.                      
2. Inkubasi, yaitu tahap dimana untuk sementara waktu tidak memikirkan masalah yang muncul tersebut.
3. Iluminasi, yaitu tahap timbulnya insight atau yang biasa disebut dengan inspirasi dan gagasan baru.    
4. Verifikasi, yaitu tahap evaluasi dimana ide atau gagasan yangditemukan diuji kerealitasannya. 
Berdasarkan penjelasan di atas, kami akan mengaitkan teori Wallas tersebut dengan kegiatan hasil kreativitas kami: 

1. Persiapan : Kami mulai memikirkan mau membuat kreativitas apa. Kami mencoba mencari ide dan     kami merundingkan ide kami yang akhirnya kami setuju untuk membuat kreativitas "Buah              Bergoyang"
2. Inkubasi : kami tidak memikirkan ide kreativitas kami tetapi kami simpan ide kreativitas kami di         dalam pikiran kami. 
3. Iluminasi : Disini kami memikirkan bagaimana proses pengerjaannya, dimana kami akan mengerjakannya dan dimana kami akan berbelanja
4. Verifikasi : Setelah itu kami akan mengevaluasi hasil dari kreativitas kami apakah hasil kreativitas kami berhasil atau tidak. 

B.2  STRATEGI 4P
1.Pribadi : Kreativitas adalah ungkapan (ekspresi) dari keunikan individu dalam interaksi dengan lingkungannya. Awalnya kelompok melakukan diskusi terlebih dahulu tentang apa yang akan dibuat dalam tugas kelompok. Kemudian masing-masing anggota kelompok memberikan idenya masing-masing. Kemudian akhirnya kelompok memutuskan untuk membuat suatu bentuk kreativitas dengan memasak. Dalam hal ini idenya berasal dari salah satu anggota kelompok kami dan disetujui oleh anggota kelompok lainnya.
2. Pendorong : Bakat kreatif akan terwujud jika ada dorongan dan dukungan daril ingkungannya. Mata kuliah Kreativitas mendorong kami untuk menjadi orang yang sekreatif mungkin dan keluar idenya membuat buah bergoyang. Selain itu kelompok yang beranggotakan 4 orang perempuan ini memang suka memasak. Hal ini menjadi salah satu faktor pendukung dan memotivasi kelompok untuk melanjutkan kegiatan ini. Dan kemudian kelompok memikirkan ide-ide agar dapat menghasilkan performa terbaiknya
3. Proses : Untuk mengembangkan kreativitas, anak perlu diberi kesempatan untuk menjadi kreatif. Mata kuliah kreativitas memberikan kami kesempatan yang sangat besar untuk menjadi orang yang kreatif. Pada tahap ini kelompok mulai mengaplikasikan ide yang telah terpikirkan sebelumnya, mulai dari langkah-langkah mempersiapkan alat dan bahan, kemudian bagaimana tahap pengerjaannya, dan bagaimana kelompok pada akhirnya mengeluarkan ide-ide baru dari hasil pembelajaran sebelumnya karena sebelumnya kelompok sudah pernah mencoba membuat buah bergoyang ini.
4. Produk : Kondisi yang memungkinkan seseorang menciptakan produk kreatif yang bermakna ialah kondisi pribadi dan kondisi lingkungan. Mata kuliah kreativitas sudah mendukung dan memberi kesempatan untuk kami berkreativitas dan ide telah ada tinggal produk diciptakan dan hasil kreativitas diciptakan. Pada tahap ini adalah bagaimana kelompok menunjukkan performa atau hasil dari ide-ide yang tercipta. Dan ide yang tercipta itu menghasilkan suatu produk atau hasil nyata yang pada akhirnya kelompok memberi namanya buah bergoyang.

Sebelum memasak membeli bahan bahannya dulu yaaa.kami  membeli bahan di pasar buah setia budi. Langsung tertuju ke Semangka tapi kami lama memutuskan semangka mana yang kami pilih dan akhirnya kami memutuskan membeli semngka yang tidak terlalu besar dan kulitnya dalam keadaan baik. Lalu kami mengambil pepaya, saat membeli pepaya kami tidak lama mengambil keputusan untuk menjatuhkan pilihan. Lalu mengambil nutrijel disini kami masih kebingungan rasa mana yang akan kami pilih dan akhirnya kami ambil nutrijel rasa Jeruk dan Plain (tidak ada rasa).  Kemudian bahan selanjutnya kami membeli nata de coco. Setelah sampai dirumah teman salah satu kelompok ternyata kami lupa membeli selasih dan pergi kembali ke supermarket untuk membeli selasih. Dan setelah alat dan bahan lengkap mulai membuat buah bergoyang.

C. ALAT DAN BAHAN

Alat:
1.      Blender
2.      Wadah seperti baskom
3.      Sendok
4   Panci

Bahan:
1.      Semangka
2.      Pepaya
3.      Selasih
4.      Nata de coco
5.      Air
6.      Nutrijel rasa Jeruk dan plain ( tidak ada rasa)
7.      Lemon
8.      Gula 

    D. CARA MEMBUAT

1. Belah buah semangka menjadi 2 bagian, kemudian keruk isinya hingga ke kebagian putih kulit. keringkan kulit buah semangka dengan tisu hingga tidak ada jus buah yang tersisa. sisihkan.
2. Jus buah semangka, kemudian campurkan dengan jelly powder tanpa rasa, rebus hingga mendidih, matikan api. aduk terus jelly semangka hingga uap panas hilang, lalu beri perasan buah lemon dan letakkan didalam kulit semangka yang telah dibersihkan. beri hiasan dengan biji selasih dan jelly instan warna -warni. simpan di dalam kulkas hingga jelly mengeras dan siap disajikan.
3. Kemudian, belah buah pepaya menjadi 2 bagian, buang bijinya dan keruk sedikit buahnya untuk memberikan ruang jelly. keringkan air buah dari permukaan pepaya dengan tisu. sisihkan.
4. Masak 2 bungkus jelly powder rasa jeruk dengan 1400ml air dan 300gr gula hingga mendidih, matikan api. aduk jelly hingga uap panas hilang kemudian masukkan fruit acid, aduk rata.
5. Masukkan jelly jeruk ke dalam buah pepaya yang telah disiapkan, kemudian beri jelly instan warna warni dan selasih. dinginkan di kulkas hingga jelly mengeras.

E. KENDALA
1. Pada awalnya kelompok tidak pernah membuat jelly dari jus semangka. namun kelompok bwrinisiatif untuk membuatnya karena merasa sayang dengan buah semangka yang dikeluarkan dari kulitnya, namun rasa semangka yang hambar dan hanya manis membuat kelompok kurang puas dan menambahkan perasan lemon yang akhirnya membuat jelly jauh dari rasa semangka sebenarnya.
2. Sebelumnya juga kelompok berencana membuat jelly di dalam kulit jeruk, namun karena media jeruk yang digunakan cukup mahal dan kecil, kelompok berinisiatif untuk mengganti dengan buah pepaya, yang selain murah juga lebih besar dan dapat dibagi dengan lebih banyak orang.
3. Kelompok kurang mahir dalam memilih semangka, sehingga kulit semangka yang diharapkan lebih tebal ternyata lebih tipis, hingga tidak kokoh dan menyebabkan mudah penyok dan mempermudah jelly lepas dari kulitnya, sehingga ketika buah dipotong, jelly terlepas langsung dari kulit semangka.
4. Penambahan jelly warna warni juga baru diputuskan ketika kelompok berbelanja bahan bersama, kelompok memilih jelly instan berbentuk mie karena tertarik dengan warnanya, namun tidak kelompok sadari ketika dipresetasikan, bentuk jelly mie didalam jelly yang dibuat mengingatkan sebagian orang pada cacing. hal ini tidak dipikirkan kelompok sebelumnya sehingga menambah nilai minus presentasi.
5. Sulit untuk megeringkan sari buah yang keluar dari kerukan pepaya, sehingga jelly juga tidak  dapat menempel sempurna.

F. GAMBAR

d































BY : KELOMPOK 8 KREATIVITAS

KHAIRUNNISWAH  (10-084) 10084kn.blogspot.com 
MENTARI MANIK    (10-098) 10098mm.blogspot.com
RIZQA RETHIZA      (10-102) 10102rr.blogspot.com
SITI RIZKI KARTIKA(11-032) 11032sitirizkikartika.blogspot.com