Sabtu, 08 November 2014

Baju Tempat Air Minum

Assalamualaikum :)
Disini saya akan menunjukkan hasil kreativitas saya berupa " Baju Tempat Air Minum". Alasan saya membuat kreativitas tersebut dikarenakan saya sering membawa tempat air minum tetapi tidak ada pegangannya yang membuat saya menjadi kerepotan dalam membawa tempat air minum. Pada saat itu saya membeli tempat air minum yang memang tidak ada tali untuk memegang tempat air minum tersebut dan saya pun berpikir untuk membuat baju tempat air minum tersebut agar saya tidak kerepotan dalam membawa tempat air minum. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat baju tempat air minum tersebut berasal dari bahan-bahan yang mudah dicari, bernilai ekonomis dan mudah dalam pembuatannya. Berikut bahan-bahan dan alat-alat yang digunakan:
1. Ban karet untuk pakaian
2. Tali untuk celana training
3. Manik-manik berbentuk bunga
4. Pita
5. Lem
6. Benang
7. Jarum

Cara Membuatnya:
1. Ban karet dijahit membentuk lingkaran sesuaikan dengan ukuran tempat air minum
2. Setelah ban karet dijahit membentuk lingkaran lalu jahitlah tali dari sisi samping ban karet yang telah dijahit melingkar.
3. Setelah itu, masukkan ban karet yang telah dijahit dan yang telah ada talinya ke dalam tempat air minum untuk mempermudah menempel pita dan manik-manik bunganya sebagai hiasannya.
4. Setelah itu baju tempat air minum siap untuk dipakai
5. Hiasan baju bebas sesuai dengan selera

Hasilnya:

Kamis, 23 Oktober 2014

Rancangan Kreativitas "Buah Bergoyang"



Kelompok 8
KhairunniswahRitonga            (10-084)
Mentari Manik                        (10-098)
Rizqa Rethiza                          (10-102)
SitiRizki Kartika                    (11-032)

                                                Membuat Buah Bergoyang
Dalam sehari-hari kulit buah pasti kita buang dan kita hanya memakan daging buahnya saja selain itu pada saat acara kita sering kekurangan dalam hal wadah untuk menyediakan makanan akhirnya kita belilah wadah plastik yang hanya sekali pakai setelah itu dibuang dan bentuk wadahnya terkadang kurang menarik. Dalam hal ini ketika kita memerlukan wadah lebih baik kita menggunakan kulit buah sebagai wadah makanan kita selain menarik juga menghemat tempat dan tidak mengurangi volume sampah. Setelah itu wadah buah lebih alamiah dan terjamin kesehatannya. 
Berdasarkan Teori Wallas yang dikemukakan pada tahun 1926 dalam bukunya The Art of Thought, yang menyatakan bahwa proses kreatif meliputi empat tahap, yaitu:
1.Persiapan, yaitu mempersiapkan diri dalam memecahkan permasala-han yang muncul.                         
2. Inkubasi, yaitu tahap dimana untuk sementara waktu tidak memikirkan masalah yang muncul tersebut. 
3. Iluminasi, yaitu tahap timbulnya insight atau yang biasa disebut dengan inspirasi dan gagasan baru.       
4. Verifikasi, yaitu tahap evaluasi dimana ide atau gagasan yang ditemukan diuji kerealitasannya. Berdasarkan penjelasan di atas, kami akan mengaitkan teori Wallas tersebut dengan kegiatan hasil kreatitivitas kami: 
1. Persiapan : dalam hal ini kami memikirkan mau buat kreativitas apa. Disini kami memunculkan ide dengan persetujuan anggota kelompok semua. 
2. Inkubasi : kami tidak memikirkan ide kreativitas tersebut.
3. Iluminasi : disini kami kembali lagi memikirkan ide tersebut dan proses pengerjaannya.
4. Verifikasi : tahap evaluasi ini akan kami lakukan ketika pembuatan ide kreativitas kami. Disini kami melakukan evaluasi dari hasil ide kami. 
Strategi 4P dalam pengembangan kreativitas :
1. Pribadi : Kreativitas adalah ungkapan (ekspresi) dari keunikan individu dalam interaksi dengan lingkungannya. Dalam hal ini idenya berasal dari salah satu anggota kelompok kami dan  disetujui oleh anggota kelompok lainnya. 
2. Pendorong : Bakat kreatif akan terwujud jika ada dorongan dan dukungan dari lingkungannya. Dalam hal ini yang mendukung kami dalam membuat kreativitas ini adalah mata kuliah Kreativitas yang mendorong kami untuk menjadi orang yang sekreatif mungkin dan keluar idenya Membuat Buah Bergoyang.
3. Proses : Untuk mengembangkan kreativitas, anak perlu diberi kesempatan untuk menjadi kreatif. Mata Kuliah Kreativitas memberikan kami kesempatan yang sangat besar untuk menjadi orang yang kreatif. 
4. Produk : Kondisi yang memungkinkan seseorang menciptakan produk kreatif yang bermakna ialah kondisi pribadi dan kondisi lingkungan. Mata kuliah kreativitas sudah mendukung dan memberi kesempatan untuk kami berkreativitas dan ide telah ada tinggal produk diciptakan dan hasil kreativitas diciptakan.
 
1.      Tahap Pembuatan Karya
Membuat Buah Bergoyang
Alat dan Bahan :


·         -Semangka, jeruk
·         -Jelly rasa buah
·         -Biji Selasih
·         -Air
·         -Gula
·         -Sendok
·         -Pisau
·         -Panci
·         -Tisu


Cara Membuat :
·        -  Potong semangka dan jeruk menjadi 2 bagian.
·     - Keruk isinya dengan sendok. Kalau semangka keruk merahnya saja jangan sampai kenak putihnya begitu  juga dengan jeruk keruk tapi jangan sampai terkena kulitnya.
·        - Setelah itu keringkan kulit buah dengan tisu tanpa menghancurkan kulit buah
·     -Masak jelly yang berwarna merah untuk semangka dan jelly yang berwarna kuning untuk buah jeruk dan campur jelly dengan selasih.
·        -Setelah jelly masak, masukkan jelly ke dalam kulit buah semangka dan jeruk yang telah dikeruk habis daging buahnya.
·         -Biarkan jellynya dingin dan membeku.
·         -Setelah itu buah bergoyangnya siap disajikan.


Kamis, 07 Agustus 2014

Guru Kehidupan

Akhir-Akhir ini aku baru saja membaca sebuah buku mengenai Ukhuwah. Ada beberapa kalimat yang paling membuat aku sangat menarik dan pastinya akan selalu menjadi bagian dari proses pembelajaran dalam hidupku... Begini kalimat yang tertera di dalam buku tersebut: "dalam hubungan-hubungan yang kita jalin di kehidupan, setiap orang adalah guru kita. Ya, setiap orang. Siapapun mereka. Yang baik, juga yang jahat. Betapapun yang mereka berikan pada kita selama hanyalah luka, rasa sakit, kepedihan, dan aniaya, mereka tetaplah guru-guru kita. Bukan karena mereka orang-orang yang bijaksana. Melainkan karena kitalah yang sedang belajar untuk bijaksana."

Setiap orang yang kita jumpain dimuka bumi ini adalah guru bagi kita yang mana kalau kita sadari mereka secara tidak langsung memberikan pelajaran-pelajaran mengenai kehidupan yang berguna untuk masa depan kita nanti baik itu pelajaran yang menyenangkan ataupun pelajaran yang menyakitkan tinggal kita bagaimana menyikapi pelajaran yang mereka berikan apakah kita bisa menerimanya atau tidak karena menurutku merekalah guru-guru kita yang sebenarnya bukan guru-guru yang ada di SD, SMP ataupun SMA.Guru seperti merekalah yang akan membuat hidup kita menjadi bijak dalam menjalani kehidupan, menjadi kuat dan menjadi semakin bermakna.


Senin, 14 Juli 2014

Insan dan Diri

Diri...
Seorang insan ingin bersahabat denganmu
Tetapi engkau lebih memilih banyak insan
Mengapa engkau lebih memilih banyak insan ketimbang seorang insan padahal itu yang paling setia denganmu?
Diri...
Seorang insan tersebut sering menangisimu, bersedih hati karena dia ingin sekali bersahabat denganmu
Doa selalu dipanjatkan kepada Rabbnya untukmu agar bisa selaras denganmu
Diri...
Seorang insan sering duduk, terdiam, merenungi agar bisa bersahabat denganmu
Tetapi kamu malah asik dengan banyak insan
Diri...
Bersahabatlah dengan seorang insan tersebut
Terimalah seorang insan tersebut dengan segala keterbatasan dan kekurangannya
Kalian bersahabat dunia ini akan damai dan kalian bisa pancarkan senyum kebahagiaan untuk banyak insan

Selasa, 10 Desember 2013

Pemrosesan Kognitif

Prinsip belajar dari teori pemrosesan informasi: 
1. Pemrosesan informasi bukan konseptualisasi dari seorang teoritisi saja. Karenanya ada banyak macam deskripsi tentang cara memori jangka panjang menyimpan informasi.
2. Karena dasar dari teori ini adalah pemrosesan informasi dan bukan belajar, teori ini tidak dapat menspesifikasikan hasil belajar. Studi kognisi dasar yang berbeda menilai aktivitas yang berbeda, dari mempelajari kosakata baru sampai belajar cara meringkas informasi. Komponen esensial dari belajar adalah pengorganisasian informasi yang akan dipelajari, pengetahuan sebelumnya yang sudah dikuasai pemelajar, dan proses yang melibatkan pemahaman, pengertian, serta menyimpan dan mengambil kembali informasi.

Asumsi dasar dari teori pemrosesan informasi:
Dua asumsi pokok mendukung riset pemrosesan informasi. Asumsi itu adalah: 
1. Sistem memori adalah pengolah informasi yang aktif dan terorganisasi, dan
2. Pengetahuan sebelumnya berperan penting dalam belajar. 
Terkait dengan asumsi dasar ini adalah keyakinan tentang: 
a. Hakikat sistem memori manusia
b. Cara-cara bagaimana butir-buitr pengetahuan dilambangkan dalam memori jangka panjang
c. Organisasi pengetahuan dalam memori jangka panjang

Kerangka belajar terdiri dari: 
1. Pengetahuan sebelumnya yang dimiliki pemelajar, baik itu tersembunyi maupun konseptual (isi pengetahuan dan diskursus) 
2. Sifat dan penataan dari informasi yang akan dipelajari.

Pengetahuan pemelajar berfungsi sebagai kerangka untuk mengidentifikasi informasi yang datang dan memengaruhi inferensi pemelajar tentang informasi baru itu. Pengetahuan ekstensif juga dapat a). memperkuat kapasitas memori kerja untuk mengodekan informasi dalam kelompok besar, dan b). menaikkan kecepatan pemrosesan. Dua pengorganisasian materi yang akan dipelajari secara formal adalah presentasi guru dan pemberian teks. 
Komponen utama dalam pembelajaran adalah: a). menstrukturisasi kerangka belajar; b). memfasilitasi perhatian pemelajar; c). memfasilitasi pengkodean informasi, dan d). mengajari siswa strategi mengonstruksi makna.
Peran pembelajaran adalah: a). memberi kontribusi pada bagaimana pengetahuan pemelajar berinteraksi  dengan belajar baru, dan b). menstruktur informasi yang akan dipelajari dengan cara yang bermakna.

Selasa, 19 November 2013

Kondisi Belajar Robert Gagne

A. Prinsip Belajar 
     Gagne (1972,1977) berpendapat bahwa kunci untuk mengembangkan teori yang komprehensif adalah memulai dengan analisis berbagai macam kinerja dan keterampilan yang dilakukan oleh manusia.

B. Asumsi Dasar
    a. Belajar dan pertumbuhan tidak boleh disamakan satu sama lain, alasannya faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan terutama ditentukan secara genetik. Faktor yang mempengaruhi belajar terutama ditentukan oleh kejadian dalam lingkungan pemelajar.
    b.Belajar adalah faktor kausal penting dalam perkembangan individual, alasannya model yang diusulkan Arnold Gesset, bahwa pertumbuhan tubuh dan mental terkait erat, adalah tidak akurat
    c. Banyak  hasil belajar manusia digeneralisasikan ke berbagai macam situasi, alasannya belajar bukan akuisisi kepingan-kepingan informasi secara terpisah-pisah. Penjumlahan, misalnya berlaku untuk situasi seperti penyeimbangan neraca, menghitung pajak, dan menyusun anggaran. 
    d. Belajar manusia adalah kumulatif, belajar keterampilan yang kompleks didasarkan pada belajar sebelumnya, alasannya seseorang tidak harus mempelajari seperangkat respons baru secara lengkap di banyak situasi. Misalnya, keterampilan menjumlah angka memberi kontribusi untuk kemampuan mambagi
    e. Belajar bukan proses tunggal, alasannya Model S-R dapat menjelaskan asosiasi sederhana, tetapi tidak dapat menjelaskan belajar keterampilan yang kompleks. Juga, belajar membaca atau mengucapkan bahasa asing bukan hasil dari wawasan (insight)

C. Definisi Belajar
     a. Persyaratan untuk Definisi yang Memadai
         Fokus yang memaksakan semua belajar ke dalam satu deskripsi saja adalah salah satu kesalahan dalam pengembangan prinsip belajar sebelumnya. Salah satu masalahnya adalah belajar asosiasi kata atau pemecahan masalah yang dideskripsikan  Psikolog Gestalt tidak dapat direduksi dari satu aspek ke aspek lainnya. 
    b. Konsep Kapabilitas 
        Jika belajar manusia memang proses yang kompleks dan memiliki banyak sisi (multifaceted), bagaimana ia akan didefinisikan? pertama, belajar adalah mekanisme yang membuat individu menjadi berfungsi sebagai anggota masyarakat secara kompeten (Gagne, 1977). Ketika didefinsikan secara formal, belajar menghasilkan berbagai disposisi yang dipertahankan yang tercermin dalam berbagai macam perilaku yang berbeda. Mereka adalah hasil dari belajar yang oleh Gagne disebut sebagai kapabilitas. Menurut Gagne, Kapabilitas terdiri dari komponen mental (disposisi yang dipertahankan) dan komponen perilaku (kinerja). Kedua, kapabilitas ini didapat oleh manusia dari: a. stimulasi dari lingkungan, dan b. pemrosesan kognitif yang dilakukan oleh pemelajar yang mengubah stimulasi dari lingkungan menjadi kapabilitas baru.

Senin, 28 Oktober 2013

Testimoni Proses UTS berdasarkan Teori Belajar dan Teori Kreativitas

Testimoni saya terhadap proses UTS ini adalah dengan proses UTS seperti banyak pembelajaran-pembelajaran yang saya dapatkan. Pembelajara yang saya dapatkan adalah harus bisa memperkirakan waktu yang digunakan dan harus bisa menghargai orang lain. Dengan begitu saya bisa mengubah perilaku saya ketika pembelajaran tersebut saya alami. Karena menurut salah satu asumsi kondisi berpenguat Skinner bahwa belajar adalah perubahan perilaku/behavioral. Pada asumsi kedua Skinner mengatakan bahwa perubahan perilaku secara fungsional berkaitan dengan perubahan dalam lingkungan atau kondisi. Pada saat awal proses UTS ini saya sedikit nyantai karena saya berpikir waktu masih lama tetapi ketika waktu semakin dekat, saya pun semakin terdesak dan saya menjadi panik ketika soal berikutnya belum dikirim ditambah lagi pada saat itu dosen menjadi kecewa sama kami karena waktu yang diberikan lama sedangkan semua mengerjakan diwaktu yang berdekatan. Disitu terlihat bahwa perilaku saya pada saat awal waktu UTS saya masih santai tetapi ketika kondisi menyuruh saya untuk menjawab soal UTS, saya perilaku saya jadi berubah ditambah lagi dosen pengampu saya kecewa karena masalah waktu. Tetapi proses UTS ini sangatlah bermanfaat bagi saya. Selain itu, menurut saya proses UTS seperti telah membuat saya mempunyai pengalaman dan wawasan yang baru. Proses UTS seperti sangatlah kreatif karena beda dari yang lain. Menurut Conny R semiawan (2009:44) kreativitas merupakan modifikasi sesuatu yang sudah ada menjadi konsep baru. Nah, UTS ini sudah ada dari dulu tetapi biasanya dilakukan dalam dengan paper and pencil dan email sudah ada dari dulu. Ketika UTS dan email dikombinasikan maka ini menjadi sesuatu yang kreatif karena mengkombinasikan keduanya antara UTS dan email yang menurut saya kreatif karena baru pertama kali saya lakukan. Selain itu daya kreatif saya pun juga diuji di mana saya harus mengaitkan teori satu dengan jawaban saya. Saya menyadari di proses UTS ini saya suka menunda-nunda waktu sehingga saya mengerjakannya dekat dengan waktu deadline. Selain itu proses UTS lumayan efisien dikarenakan dalam pengerjaannya bisa di mana saja tetapi saya harus mencari jaringan yang lancar untuk membuka email. Saya sangat berterima kasih karena dengan proses seperti ini, wawasan dan pengalamn saya bertambah.