Testimoni saya terhadap proses UTS ini adalah dengan proses UTS seperti banyak pembelajaran-pembelajaran yang saya dapatkan. Pembelajara yang saya dapatkan adalah harus bisa memperkirakan waktu yang digunakan dan harus bisa menghargai orang lain. Dengan begitu saya bisa mengubah perilaku saya ketika pembelajaran tersebut saya alami. Karena menurut salah satu asumsi kondisi berpenguat Skinner bahwa belajar adalah perubahan perilaku/behavioral. Pada asumsi kedua Skinner mengatakan bahwa perubahan perilaku secara fungsional berkaitan dengan perubahan dalam lingkungan atau kondisi. Pada saat awal proses UTS ini saya sedikit nyantai karena saya berpikir waktu masih lama tetapi ketika waktu semakin dekat, saya pun semakin terdesak dan saya menjadi panik ketika soal berikutnya belum dikirim ditambah lagi pada saat itu dosen menjadi kecewa sama kami karena waktu yang diberikan lama sedangkan semua mengerjakan diwaktu yang berdekatan. Disitu terlihat bahwa perilaku saya pada saat awal waktu UTS saya masih santai tetapi ketika kondisi menyuruh saya untuk menjawab soal UTS, saya perilaku saya jadi berubah ditambah lagi dosen pengampu saya kecewa karena masalah waktu. Tetapi proses UTS ini sangatlah bermanfaat bagi saya. Selain itu, menurut saya proses UTS seperti telah membuat saya mempunyai pengalaman dan wawasan yang baru. Proses UTS seperti sangatlah kreatif karena beda dari yang lain. Menurut Conny R semiawan (2009:44) kreativitas merupakan modifikasi sesuatu yang sudah ada menjadi konsep baru. Nah, UTS ini sudah ada dari dulu tetapi biasanya dilakukan dalam dengan paper and pencil dan email sudah ada dari dulu. Ketika UTS dan email dikombinasikan maka ini menjadi sesuatu yang kreatif karena mengkombinasikan keduanya antara UTS dan email yang menurut saya kreatif karena baru pertama kali saya lakukan. Selain itu daya kreatif saya pun juga diuji di mana saya harus mengaitkan teori satu dengan jawaban saya. Saya menyadari di proses UTS ini saya suka menunda-nunda waktu sehingga saya mengerjakannya dekat dengan waktu deadline. Selain itu proses UTS lumayan efisien dikarenakan dalam pengerjaannya bisa di mana saja tetapi saya harus mencari jaringan yang lancar untuk membuka email. Saya sangat berterima kasih karena dengan proses seperti ini, wawasan dan pengalamn saya bertambah.
Senin, 28 Oktober 2013
Selasa, 22 Oktober 2013
Kultural Historis Lev S. Vygotsky
PRINSIP PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS
Asumsi Dasar
Ada tiga bidang yang membentuk landasan analisis Vygotsky terhadap perkembangan kapabilitas mental manusia. Bidang itu adalah : hakikat kecerdasan manusia, dua deret baris perkembangan psikologis yang berbeda, psikologis yang berbeda, biologis, dan kultural historis dan desain metode eksperimental untuk investigasi proses psikologis yang dinamis.
Hakikat Kecerdasan Manusia
Deskripsi Vygotsky tentang sifat kecerdasan manusia mencakup empat topik yang saling terkait. Merka adalah : perbedaan antara hewan dan manusia; landasan filosofis yang membentuk basis teorinya; konsep perangkat psikologis; dan pengaruh sistem simbol (perangkat psikologis) terhadap perkembangan manusia.
Perbedaan Hewan/ Manusia dalam Kegiatan Mental
Vygotsky mengambil isu ini dengan pendekatan pada kognisi manusia. Dia menunjukkan bahwa "manusia bukan karung kulit yang berisi refleks". Dan model stimulus respons merefleksikan asosiasi yang hanya terjadi berbasiskan pada "kebetulan eksternal semata-mata pada waktunya"
Metode Eksperimental-Genetik (Developmental)
Vygotsky mendeskripsikan proses perkembangan proses perkembangan kognitif sebagai proses yang kompleks dan terus berubah, namun para peneliti tidak meneliti proses ini. Sebaliknya mereka hanya mengimplementasikan satu model- situasi stimulus-respons. Meski para psikolog telah mempelajari konstelasi stimuli yang berbeda dab beragam reaksi, mereka belum mengambil langkah fundamental untuk melampaui model tersebut.
Asumsi Dasar
Ada tiga bidang yang membentuk landasan analisis Vygotsky terhadap perkembangan kapabilitas mental manusia. Bidang itu adalah : hakikat kecerdasan manusia, dua deret baris perkembangan psikologis yang berbeda, psikologis yang berbeda, biologis, dan kultural historis dan desain metode eksperimental untuk investigasi proses psikologis yang dinamis.
Hakikat Kecerdasan Manusia
Deskripsi Vygotsky tentang sifat kecerdasan manusia mencakup empat topik yang saling terkait. Merka adalah : perbedaan antara hewan dan manusia; landasan filosofis yang membentuk basis teorinya; konsep perangkat psikologis; dan pengaruh sistem simbol (perangkat psikologis) terhadap perkembangan manusia.
Perbedaan Hewan/ Manusia dalam Kegiatan Mental
Vygotsky mengambil isu ini dengan pendekatan pada kognisi manusia. Dia menunjukkan bahwa "manusia bukan karung kulit yang berisi refleks". Dan model stimulus respons merefleksikan asosiasi yang hanya terjadi berbasiskan pada "kebetulan eksternal semata-mata pada waktunya"
Metode Eksperimental-Genetik (Developmental)
Vygotsky mendeskripsikan proses perkembangan proses perkembangan kognitif sebagai proses yang kompleks dan terus berubah, namun para peneliti tidak meneliti proses ini. Sebaliknya mereka hanya mengimplementasikan satu model- situasi stimulus-respons. Meski para psikolog telah mempelajari konstelasi stimuli yang berbeda dab beragam reaksi, mereka belum mengambil langkah fundamental untuk melampaui model tersebut.
Selasa, 01 Oktober 2013
Teori Proses Belajar
Prinsip - Prinsip Belajar
Seperti John Watson (1913), Skinner percaya bahwa psikologi dapat menjadi sains hanya melalui studi perilaku. Berbeda dengan Watson, Skinner mempelajari jenis perilaku yang lain, perilaku yang tidak secara otomatis dipicu oleh stimulus tertentu.
Definisi Belajar
1. Asumsi : -Belajar adalah perubahan perilaku/ behavioral
-Perubahan perilaku secara fungsional berkaitan dengan perubahan dalam lingkungan atau kondisi
-Hukum relasi antara perilaku dan lingkungan dapat ditemukan hanya jika sifat behavioral dan kondisi eksperimental didefinisikan dalam istilah fisik dan diamati di bawah kondisi yang terkontrol.
-Data dari studi eksperimental atas perilaku adalah satu-satunya sumber informasi tentang penyebab perilaku yang dapat diterima
Dasar rasional : Agar dapat disebut sains, psikologi harus :
(a) mempelajari kejadian yang dapat diamati dan dapat diukur
(b) dilakukan di dalam kondisi yang dikontrol dengan cermat
(c) menentukan kejadian lingkungan yang merupakan penyebab
2. Asumsi : Perilaku subjek individual adalah sumber data yang tepat
Dasar rasional : Relasi yang tepat hanya dapat diungkap melalui riset atas subjek individual
3. Asumsi : Dinamika interkasi organisme dengan lingkungan adalah untuk semua spesies
Dasar rasional : Karena tujuannya adalah untuk mengidentifikasi kejadian yang tampak memperkuat atau melemahkan frekuensi respons (perubahan behavioral), maka organisme tertentu (hewan atau manusia) bukan faktor utama.
Skinner (1950) secara spesifik mendefinisikan belajar sebagai perubahan perilaku. "Belajar bukan melakukan- belajar adalah mengubah apa yang kita lakukan" (Skinner, 1989a, h. 15).
Komponen Belajar
Skinner (1953, 1963b) mengidentifikasi riset Thorndike sebagai basis untuk memahami perubahan perilaku. Thorndike telah mengidentifikasi tiga komponen penting dari perubahan perilaku (Skinner, 1953). Yakni: a. kesempatan di mana perilaku terjadi; b. perilaku itu sendiri; c. konsekuensi dari perilaku (Skinner, 1953; 1968, h.4). Yakni respons sering diberikan pada lingkungan untuk menghasilkan jenis konsekuensi yang berbeda, dan konsekuensi tertentu menimbulkan pengulangan respons. Skinner (1935) menamakan respons ini sebagai berpenguat.
Salah satu kekurangan dalam analisis Thorndike adalah dia menyebut konsekuensi yang menyebabkan peningkatan perilaku itu sebagai imbalan (reward), masalahnya adalah imbalan itu mengimplikasikan ganjaran untuk sesuatu yang dilakukan (Skinner, 1989b, h.92) atau kompensasi yang mengganti pengorbanan tertentu (Skinner, 1963b, h.505).
Skinner mengganti istilah imbalan dengan istilah konsekuensi yang menguatkan (reinforcing consequences) dan penguatan (reinforcement), dan mendefinisikannya dalam makna kaitannya dengan perilaku. Secara khusus, penguatan adalah setiap konsekuensi behavioral yang memperkuat perilaku; yaitu, penguat meningkatkan frekuensi respons. Kejadian yang menguatkan adalah hasil yang diproduksi oleh berpenguat yang mengubah organisme sedemikian rupa sehingga perilaku itu diulang, Skinner mengidentifikasi tiga komponen belajar sebagai stimulus diskriminatif (SD), respons (R) dan stimulus penguat (Sreinf) dan sekuensi peristiwa belajar adalah: (SD)-(R)-(Sreinf).
Seperti John Watson (1913), Skinner percaya bahwa psikologi dapat menjadi sains hanya melalui studi perilaku. Berbeda dengan Watson, Skinner mempelajari jenis perilaku yang lain, perilaku yang tidak secara otomatis dipicu oleh stimulus tertentu.
Definisi Belajar
1. Asumsi : -Belajar adalah perubahan perilaku/ behavioral
-Perubahan perilaku secara fungsional berkaitan dengan perubahan dalam lingkungan atau kondisi
-Hukum relasi antara perilaku dan lingkungan dapat ditemukan hanya jika sifat behavioral dan kondisi eksperimental didefinisikan dalam istilah fisik dan diamati di bawah kondisi yang terkontrol.
-Data dari studi eksperimental atas perilaku adalah satu-satunya sumber informasi tentang penyebab perilaku yang dapat diterima
Dasar rasional : Agar dapat disebut sains, psikologi harus :
(a) mempelajari kejadian yang dapat diamati dan dapat diukur
(b) dilakukan di dalam kondisi yang dikontrol dengan cermat
(c) menentukan kejadian lingkungan yang merupakan penyebab
2. Asumsi : Perilaku subjek individual adalah sumber data yang tepat
Dasar rasional : Relasi yang tepat hanya dapat diungkap melalui riset atas subjek individual
3. Asumsi : Dinamika interkasi organisme dengan lingkungan adalah untuk semua spesies
Dasar rasional : Karena tujuannya adalah untuk mengidentifikasi kejadian yang tampak memperkuat atau melemahkan frekuensi respons (perubahan behavioral), maka organisme tertentu (hewan atau manusia) bukan faktor utama.
Skinner (1950) secara spesifik mendefinisikan belajar sebagai perubahan perilaku. "Belajar bukan melakukan- belajar adalah mengubah apa yang kita lakukan" (Skinner, 1989a, h. 15).
Komponen Belajar
Skinner (1953, 1963b) mengidentifikasi riset Thorndike sebagai basis untuk memahami perubahan perilaku. Thorndike telah mengidentifikasi tiga komponen penting dari perubahan perilaku (Skinner, 1953). Yakni: a. kesempatan di mana perilaku terjadi; b. perilaku itu sendiri; c. konsekuensi dari perilaku (Skinner, 1953; 1968, h.4). Yakni respons sering diberikan pada lingkungan untuk menghasilkan jenis konsekuensi yang berbeda, dan konsekuensi tertentu menimbulkan pengulangan respons. Skinner (1935) menamakan respons ini sebagai berpenguat.
Salah satu kekurangan dalam analisis Thorndike adalah dia menyebut konsekuensi yang menyebabkan peningkatan perilaku itu sebagai imbalan (reward), masalahnya adalah imbalan itu mengimplikasikan ganjaran untuk sesuatu yang dilakukan (Skinner, 1989b, h.92) atau kompensasi yang mengganti pengorbanan tertentu (Skinner, 1963b, h.505).
Skinner mengganti istilah imbalan dengan istilah konsekuensi yang menguatkan (reinforcing consequences) dan penguatan (reinforcement), dan mendefinisikannya dalam makna kaitannya dengan perilaku. Secara khusus, penguatan adalah setiap konsekuensi behavioral yang memperkuat perilaku; yaitu, penguat meningkatkan frekuensi respons. Kejadian yang menguatkan adalah hasil yang diproduksi oleh berpenguat yang mengubah organisme sedemikian rupa sehingga perilaku itu diulang, Skinner mengidentifikasi tiga komponen belajar sebagai stimulus diskriminatif (SD), respons (R) dan stimulus penguat (Sreinf) dan sekuensi peristiwa belajar adalah: (SD)-(R)-(Sreinf).
Selasa, 24 September 2013
Kuliah Online :)
Testimoni Kuliah Online:
Kuliah
Online yang dilakukan sangat bermanfaat dan itu dapat menjadi pengalaman saya dalam belajar walapun itu bukan merupakan pengalaman yang pertama yang mana ini pernah dilakukan pada saat mata kuliah Psikologi Pendidikan. Kekurangan dari kuliah online ini masalah di jaringan internetnya yang terkadang tidak sesuai dengan yang kita inginkan dan kelebihan dari kuliah online ini kita dapat mengeluarkan pendapat kita dengan mudah dan juga sifatnya yang sangat efisien.
Hasil Diskusi Online Kelompok Kami:
Bahwa terdapat perbedaan antara teori Gestalt dan Behavioristik di mana menurut teori Gestalt setiap orang mempunyai persepsi masing-masing secara keseluruhan terhadap perkuliahan online ini dan menurut teori behavioristik di mana respon dan stimulus ketika melakukan kuliah online, dan adanya reward serta punishment ketika kuliah online dilaksanakan.Adapun contoh berdasarkan teori Gestalt berkaitan dengan kuliah online adalah:
Setiap orang mempunyai gambaran dan persepsinya masing-masing atas kuliah online ini dan di mana kuliah online sebagai sebuah keseluruhan, yaitu banyak hal di dalamnya yaitu kita belajar bersama, memberi pendapat kita, lebih peka terhadap kemajuan teknologi, dan juga tetap berusaha agar sinyal tetap terjaga baik, demi berjalannya kuliah online.
Adapun contoh berdasarkan teori Behavioristik berkaitan dengan kuliah online adalah:
Berkaitan dengan pengkondisian klasik, proses dimana kejadian atau stimulus mampu memicu respon seperti ketika Ibu Dina meminta mahasiswa mengikuti kuliah oline dalam roomchat, semua mahasiswa merespon dengan mengikuti online ke dalam group dan saat ibu memberikan pertanyaan di roomchat, para mahasiswa juga memberi respon dengan memberi pendapatnya masing-masing. Selain itu juga yang berkaitan dengan reward, jika kita mengikuti kuliah online dengan baik, aktif dalam diskusi, memiliki koneksi yang baik pula, maka konsekuensinya juga positif, dimana kita dapat mengikuti kul online dan, mendapatkan ilmu yg bermanfaat.
Selasa, 10 September 2013
BELAJAR
"Seseorang yang berhenti belajar adalah orang yang lanjut usia, meskipun umurnya masih remaja. Seseorang yang tidak pernah berhenti belajar akan selamanya menjadi pemuda" - Henry Ford-
Belajar adalah proses multisegi yang biasanya dianggap sesuatu yang biasa saja oleh individu sampai mereka mengalami kesulitan saat menghadapi tugas yang kompleks. Akan tetapi kapasitas belajar adalah karakteristik yang membedakan manusia dari makhluk lainnya. Hanya manusia yang memiliki otak yang berkembang baik untuk digunakan melakukan tindakan yang memiliki tujuan (Goldberg, 2001).
Akivitas kognitif ini terkait dengan tiga aspek unik dari kecerdasan manusia.
1. Manusia mampu mempelajari penemuan, penciptaan, dan ide-ide dari pemikir besar dan ilmuwan besar di masa lampau (yang disebut sebagai pengalaman yang diwariskan; Vygotsky, 1924/ 1979).
2. Individu mampu mengembangkan pengetahuan tentang tempat dan kejadian yang belum mereka alami secara personal melalui pengalaman orang lain (pengalaman sosial).
3. Manusia menyesuaikan lingkungan dengan diri mereka, bukan sekedar beradaptasi dengan lingkungan.
Belajar juga merupakan basis untuk kemajuan masyarakat di masa depan. Perkembangan diciptakan oleh individu yang didasari oleh kemampuan belajar mereka dan kapasitas mereka untuk menciptakan penemuan baru yang dilanjutkan dari generasi ke generasi. Mengingat pentingnya belajar bagi masyarakat dan individu, maka masyarakat tidak bisa membiarkan proses pendidikan begitu saja. Dibutuhkan sistem pengajaran tertentu untuk mengajarkan warisan kultural kepada generasi muda dan mempersiapkan mereka untuk mengambil alih peran produktif pendahulu mereka.
Pemelajar mengkonstruksi makna untuk diri mereka sendiri dan dari konteks di mana mereka tinggal. Yakni, individu memilih informasi dari interaksi antar-orang dan kejadian interaktif yang terjadi di keluarga, sekolah pertemanan, komunitas, dan lingkungan kerja. Individu kemudian menghubungkan informasi pilihan itu dengan pengetahuan yang dimilikinya, dan kemudian menganalisanya, dan mengonstruksi suatu representasi di dalam memori. Menurut pendapat tentang belajar ini, pengetahuan di pikiran adalah berdampingan dengan hubungan-hubungan yang merupakan bagian dari lingkungan masyarakat dan interpersonal.
KRITERIA TEORI BELAJAR
Clark Hull (1935), seorang teoritisi behavioral, mengidentifikasi tiga kriteria untuk setiap teori.
1. Seperangkat asumsi yang eksplisit yang merupakan keyakinan dasar teoritisi tentang suatu fenomena yang akan dibahas. Misalnya, tiga asumsi dasar dari kondisi belajar menurut Robert Gagne' (1972, 1977) adalah
a. belajar adalah akuisisi struktur kompleks kemampuan yang dipelajari yang didasarkan pada proses belajar sebelumnya
b. tidak satu pun karakteristik - karakteristik yang dapat diaplikasikan untuk semua belajar
c. konsep belajar manusia yang memadai harus berlaku untuk berbagai konteks di mana belajar itu terjadi. Contohnya antara lain rumah, sekolah, bisnis, perdagangan, pekerjaan, pelatihan militer, internet dan sebagainya.
2. Suatu teori harus mencakup definisi yang eksplisit tentang istilah penting. Misalnya, istilah kapabilitas adalah fokus dari kondisi belajar Gagne (1972, 1977). Dia mendefinisikan kapabilitas sebagai keterampilan, pengetahuan, sikap dan nilai yang didapat oleh manusia. Kapabilitas ini adalah hasil dari belajar.
3. Membentuk tubuh teori. Misalnya, berdasarkan asumsi bahwa tidak satu pun karakteristik dapat mendeskripsikan semua proses belajar manusia, Gagne (1972, 1985) mengidentifikasi lima variasi. Prinsip teori mendeskripsikan tipe kapabilitas partikular yang dihasilkan oleh masing-masing variasi belajar dan pengajaran serta pengujian untuk masing-masing. Riset mengindikasikan, misalnya, strategi pengajaran informasi secara verbal tidak efektif dalam menciptakan perubahan sikap (Gagne, 1984)
4. Yang hanya berlaku untuk teori belajar adalah teori harus dapat menjelaskan dinamika psikologis dasar dari kejadian yang mempengaruhi belajar. Misalnya, guru terkadang mengatakan bahwa memuji siswa adalah penting. Namun, Brophy (1981) mencatat bahwa guru mungkin menggunakan pujian berlebihan di muka umum untuk jawaban yang benar dan reaksi umum, semisal "Kamu sangat pintar ". Reaksi ini akan tidak efektif dan bahkan boleh jadi kontra produktif (Brophy, 1981). Prinsip penguatan B.F. Skinner (1968) membahas faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas dari konsekuensi dan hubungan konsekuensi dengan peristiwa lain. Pemahaman atas prinsip-prinsip ini dapat membantu guru menghindari kekeliruan dalam memuji dan kesalahan konsekuensi behavioral lainnya.
Kriteria ini membedakan suatu teori dari "teori naif". Misalnya, guru mungkin mendeskripsikan "teorinya" tentang aktivitas dan kejadian yang memotivasi siswa di situasi kelas tertentu. "Teori" semacam ini merefleksikan pemahaman intuitif guru (Pintrich & Schunk, 2002, h.7). Sebaliknya teori ilmiah diturunkan secara cermat dari asumsi,l definisi istilah dan kemudian menghasilkan hipotesis yang menyatakan relasi antara variabel-variabel yang teridentifikasi. Hipotesis kemudian dites secara empiris.
Sabtu, 09 Juni 2012
SIMULASI PAEDAGOGI dan ANDRAGOGI
Paedagogi
Setting: Latihan Bersenjata Angkatan Militer
Komandan
Militer diperankan oleh Merry
Anggota
angkatan Militer diperankan oleh Ajeng , Siti Rizki dan Chinthya Marilyn
Kondisi:
Dalam latihan militer Komandan memberikan perintah yang harus dipatuhi dan
diikuti oleh bawahannya tanpa melakukan perlawanan sedikitpun, karena apabila
melawan perintah Komandan, maka angkatan militer tersebut akan dihukum.
Merry:
Bersiap, luruskan barisan. Menunduk! Tiarap! (semua anggota menurut)
Andragogi
Setting: Kursus Kecantikan (salon)
Instruktur
(tutor) kursus salon diperankan oleh Ajeng
Siswa
dalam kursus salon siperankan oleh Merry, Siti Rizki dan Chintya marilyn
Kondisi:
Dalam proses kursus, siswa diminta untuk memberikan kreasi sendiri terhadap
model rambut yang terbaik yang sedang trend
di masa kini.
Ajeng:
Menurut kalian model rambut apa yang sedang trend
di masa kini?
Siti:
model rambut panjang, terus dibagian bawahnya sedikit ikal atau keriting
Chintya : Rambut panjang pendek
Merry:
menurut saya model rambut pendek yang di cat pirang.
Ajeng:
Baiklah, coba gambarkan desain rambut yang kalian sarankan tersebut.
(Merry, Siti Rizki & Chintya): segera menggambar desain rambut pada selembar kertas
PERBEDAAN PAEDAGOGI & ANDRAGOGI
·
Pada Paedagogi,
metode yang dilakukan ialah teacher’s
centered dimana hanya 1 orang yang didengar, dituruti perintahnya tanpa
peserta ajar mampu mengeluarkan pendapat ataupun tanggapan berkaitan dengan
materi yang diajarkan.
·
Sedangkan pada
Andragogi, metode yang dilakukan ialah learner
centered dimana peserta ajar diberikan kebebasan untuk mengajukan pendapat
berkaitan dengan materi pelajaran dan tugas guru hanyalah sebagai pendukung
untuk peserta ajar agar peserta ajar memiliki kepercayaan diri dalam mengikuti
pembelajaran, dan menyadarkan peserta ajar akan pentingnya proses belajar tersebut.
Nama Kelompok :
Rabu, 06 Juni 2012
TUGAS MINI PROYEK 2011/2012
NAMA ANGGOTA KELOMPOK :
TOPIK: PERAN TEKNOLOGI SEBAGAI MEDIA BELAJAR SISWA-SISWI
JUDUL: INTERAKSI SISWA-SISWI SMA N 11 MEDAN TERHADAP INTERNET
PERENCANAAN
A. Pendahuluan
Perkembangan teknologi informasi saat ini telah menjalar dan memasuki setiap dimensi aspek kehidupan manusia. Teknologi informasi saat ini memainkan peran yang besar didalam kegiatan bisnis, perubahan stuktur organisasi, dan manajemen organisasi. Dilain pihak, teknologi informasi juga memberikan peranan yang besar dalam pengembangan keilmuan dan menjadi sarana utama dalam suatu institusi akademik. Salah satunya internet. Internet adalah inti dari komunikasi melalui komputer. Sistem internet berisi ribuan jaringan komputer yang terhubung di seluruh dunia, menyediakan informasi yang tak terhingga yang dapat diakses. Banyak siswa-siswi SMA menggunakan internet untuk mencari tugas-tugas mereka yang di berikan oleh guru. Karena terkadang guru mereka memberikan tugas kepada mereka yang tidak terdapat di buku penyelesaiannya jadi mau tidak mau mereka harus searching dari internet. Di internet apa yang tidak ada di buku pasti ada di internet. Jadi, siswa-siswi pun suka menggunakan internet karena untuk memudahkan dalam penyelesaian tugas mereka.
B. Landasan Teori
TIK adalah berbagai aspek yang melibatkan teknologi, rekayasa dan teknik pengelolaan yang digunakan dalam pengendalian dan pemrosesan informasi serta penggunaannya, komputer dan hubungan mesin (komputer) dan manusia, dan hal yang berkaitan dengan sosial, ekonomi dan kebudayaan [British Advisory Council for applied Research and Development: Report on Information Technology; H.M. Stationery Office, 1980). Definisi lain tentang TIK yaitu semua bentuk teknologi yang terlibat dalam pengumpulan, memanipulasi, komunikasi, presentasi dan menggunakan data (data yang ditransformasi menjadi informasi) [E.W. Martin et al. 1994. Managing Information Technology: What Managers Need to Know. New York :Prentice Hall].
Arti Teknologi Informasi dalam dunia pendidikan seharusnya berarti tersedianya saluran atau sarana yang dapat diapakai untuk menyiarkan program pendidikan. Salah satu bagian TIK itu adalah internet. Internet dapat menjadi alat penting untuk membantu murid belajar (Bissell dkk, 2002; Roblyer & Edwards, 2000). Akan tetapi, internet mengandung beberapa kelemahan (Gackenbach & Ellerman, 1999) karena untuk menggunakannya secara efektif maka sofwarenya harus di install terlebih dahulu dan adanya kekhawatiran murid-murid untuk menyalahgunakan internet. Tetapi apabila digunakan secara efektif maka internet dapat menambahkan pengetahuan kita. INTERNET (Internasional Network) Berasal dari kata Inter Conection Network yaitu Jaringan Komputer yang terhubung secara luas dan pesat dan mendunia.Tujuannya untuk berbagi sumber daya yang dinamis dan berbagi informasi kepada dunia.
Sejarah internet dimulai dari tahun 1969 yang memulainya Departemen Pertahan Amerika. Nama Departemen nya Darpa yang mengadakan riset “Bagaimana caranya menghubungkan Dua buah Komputer”nama risetnya “Darpa net”
Sejarah internet dimulai dari tahun 1969 yang memulainya Departemen Pertahan Amerika. Nama Departemen nya Darpa yang mengadakan riset “Bagaimana caranya menghubungkan Dua buah Komputer”nama risetnya “Darpa net”
Tahun 1970 mereka berhasil menghubungkan beberapa komputer dalam sebuah jaringan.
Tahun 1972 “Roy Tomminson” orang yang membuat email.
Tahun 1982 diciptakan TCP/IP Untuk mengenalkan alamat di jaringan komputer yang ada.
Tahun 1984 dibuatlah DNS (Domain Name System)
Tahun 1988 Chatting telah dibuat yang bernama IRC (Internet Relay Chat).
Tahun 1990 Teknologi WWW “World Wide Web” yaitu program editor dan browser yang bisa menjelajah antara satu komputer dengan komputer yang lain.
Tahun 1992 muncul istilah “Surfing the internet”
Tahun 1994 mulai dikenal nama – nama situs kurang lebih 3.000 halaman web.
Peralatan untuk membangun Internet
1. harus ada Browser (Perangkat Lunak)
Contoh Browser : Internet Explorer, Mozila Firefox
2. Modem (Perangkat Keras) singkatan dari Modulator demodulator
Modem adalah alat komunikasi dua arah.
Jenis-jenis Modem dibagi 3 yaitu :
- Modem Dial Up ada 2 macam yaitu Modem Internet dan Modem Exsternal.
- Modem Kabel
- Modem ADSL fungsinya untuk sinyal telepon sebagai suara dan data
3. Saluran Telepon
Perangkat Keras Pendukung Akses Internet
1. Switch / Hub
2. Repeater
3. Bridge (Penghubung)
4. Router
Jasa Akses Internet atau ISP (Internet Servis Propaider)
Contohnya : Telkom, Indosat, Suasantara.com
Perangkat Penghubung Internet :
1. Kabel UTP
2. Conector RJ45 diciptakan tahun 1945
3. Lan card
4. Wi-Fi
Pengertian Website atau Situs adalah halaman untuk menampilkan suatu informasi berupa gambar, suara yang saling berhubungan oleh link-link (Penghubung.
Unsur-unsur membangun sebuah Website :
1. Skrip (Bahasa Program) : bahasa pemprograman untuk internet adalah HTML.
2. Mendesain Web utuk menentukan kualitas dan keindahan situs.
3. Domain Name yaitu alamat situs yang digunakan.
4. Hosting adalah ruangan hardisk tempat menyimpan berbagai data, file, gambar, video dll. Biasanya disewakan.
5. Di Publikasi .
Nama – nama Domain :
1. .com : layanan situs yang bersifat komersil
2. .eEdu : Layanan Pendidikan International.
3. .Gov : Layanan untuk pemerintahan.
4. .mil : Layanan kebutuhan angkatan bersenjata atau militer
5. .org : Layanan Kebutuhan Organisasi
6. .Net : Layanan Kebutuhan Jaringan Komputer
7. . Biz : Layanan kebutuhan dunia bisnis
Browser
Cara Kerja Browser :
1. Browser mengambil informasi melalui jaringan internet pada serverlife.
2. Server memberi respon dengan memberikan informasi yang diminta.
3. Browser menampilkan informasi menggunakan fasilitas yang berupa kode-kode HTML.
C. Tujuan
- Untuk mengetahui seberapa besar peran internet sebagai wadah pembelajaran siswa-siswi SMA
- Untuk mengetahui dampak negatif dan positif sebagai media belajar pada siswa-siswi SMA.
D. Alat dan Bahan
- Laptop Reward
- Kamera Alat tulis
- Angket kue
E. Analisis Data
Data didapat dengan memberikan angket terhadap subjek dan terdiri dari 10 pertanyaan. Data ini diperoleh berdasarkan jawaban siswa yang paling dominan dan kemudian ditarik kesimpulan.
F. Objek atau Subjek
Lokasi penelitian di SMA NEGERI 11 Medan. Populasi dari penelitian adalah siswa-siswi kelas XI IA 3 SMA NEGERI 11 MEDAN yang terdiri dari 38 siswa-siswi.
G. Jadwal Pelaksanaan
Bulan
Kegiatan
|
Maret
|
April
|
Mei
|
juni
| ||||||||||||
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
| |
Pemilihan topik
| ||||||||||||||||
Menentukan Judul
| ||||||||||||||||
Membuat Pendahuluan
| ||||||||||||||||
Menentukan Landasan Teori
| ||||||||||||||||
Membuat konsep penelitian
| ||||||||||||||||
Izin Ke Sekolah
| ||||||||||||||||
Meminta surat izin dari fakultas psikologi
| ||||||||||||||||
Mengantar surat ke sekolah
| ||||||||||||||||
Penelitian
| ||||||||||||||||
Menganalisis data & menarik Kesimpulan
| ||||||||||||||||
Mengevaluasi Kegiatan
| ||||||||||||||||
Membuat Poster
| ||||||||||||||||
Posting di Blog
| ||||||||||||||||
Keterangan :
- Pemilihan topik : 13 Maret 2012
- Menentukan Judul : 20 April 2012
- Membuat Pendahuluan : 27 April 2012
- Menentukan Landasan Teori : 27 April 2012
- Membuat konsep penelitian : 28 April 2012
- Izin Ke Sekolah : 1 Mei 2012
- Meminta surat izin dari fakultas psikologi : 1 Mei 2012
- Mengantar surat ke sekolah : 9 Mei 2012
- Penelitian : 10 Mei 2012
- Menganalisis data & menarik Kesimpulan : 4 Juni 2012
- Mengevaluasi Kegiatan : 4 Juni 2012
- Membuat Poster : 4 Juni 2012
- Posting di Blog : 5 Juni 2012
H. Kalkulasi Biaya
Barang yang dibeli
|
Harga
|
Fotocopy kuesioner (Rangkap 38)
|
Rp 3.000
|
Beli reward (3 kotak)
|
Rp 60.000
|
Beli kue
|
Rp 20.000
|
Poster
|
Rp 7.000
|
Jumlah
Biaya per orang
|
Rp 90.000
Rp 30.000
|
PELAKSANAAN
Penelitian dilaksanakan pada tanggal 10 Mei 2012. Pertama kali yang kami laksanakan adalah meminjam almamater terlebih dahulu kepada senior, demi kelangsungan status kami dalam pengambilan sampel, setelah kami meminjam almamater kepada senior, lalu kami membeli kue, kami singgah ke sebuah toko roti pada pukul 08.30 Wib, dengan semangat yang tinggi dan hati yang dag dig dug, kami bertiga naik angkutan umum untuk menuju lokasi tersebut, wah ternyata sangat jauh sekali SMA yang kami kunjungi yaitu SMA NEGERI 11 MEDAN,sungguh peristiwa yang sangat menarik karena sebelumnya kami tidak pernah terjun kelapangan seperti hal ini, sekitar pukul 10.30 Wib kami tiba di SMA NEGERI 11 MEDAN, disana kami disambut baik oleh staff pengajarnya, ketika kami tiba disana ternyata siswa-siswinya sedang bermain/istirahat, akhirnya pun kami memutuskan untuk istirahat sejenak juga.
Ketika pukul 12.00 Wib istirahat di usaikan, dan disitulah kesempatan kami untuk melakukan penelitian tersebut, kami memasuki ruangan dimana siswa-siswinya sedang mengikuti mata pelajaran Teknologi Informasi & Komunikasi (TIK), ternyata 1 kelas tersebut dibagi 2 ada yang sedang melakukan praktikum komputer dan ada yang sedang mengerjakan tugas untuk menunggu gilirannya.
Tiba lah kami membagi angket kami tersebut, ternyata sangat enak sekali, kami disambut hangat oleh siswa-siswi tersebut, saat mereka mengisi angket, mereka ternyata juga aktifnya dengan menanyakin kak enak di USU kak? Malah ada yang minta alamat FB lagi, huuu kami senang, meskipun begitu mereka sangat bagus kok mengisi angketnya.
Ketika mereka mengisi angket, kami tidak lupa juga untuk mengambil dokumenya tersebut, seperti mengambil foto mereka saat mengisi angket. Dan ketika mereka mengisi angket dengan senang hatinya kami dan mereka berfoto bareng, wahh inikah yang dinamakan penelitian sangat-sangat seru.
Dan setelah penelitian selesai kami juga mendiskusikan tentang angket yang diisi oleh mereka, yang artinya kami mengambil kesimpulan mengenai peran teknologi bagi mereka sendiri.
PELAPORAN & EVALUASI
A. Laporan
Data diambil dari 38 siswa-siswi SMA Negeri 11 Medan. Mereka berpendapat bahwa internet memiliki kelemahan dan keunggulan dalam perannya sebagai media belajar. Kelemahannya internet adalah mereka bisa mengakses website-website yang tidak pantas bagi mereka, website yang bisa merusak moral mereka. Keunggulannya yaitu internet bisa membantu mereka dalam membuka website-website pelajaran, dapat membantu mereka dalam menyelesaikan tugas-tugas mereka dan dapat menambah wawasan mereka. Menurut mereka peran internet sangat besar sebagai media belajar mereka dimana itu dapat membantu mereka dalam mempelajari pelajaran sekolah karena dengan adanya internet mereka bisa mempelajari kembali pelajaran sekolah mereka yang belum mereka mengerti pada saat guru mereka menjelaskan selain itu internet pun sangat membantu mereka dalam menyelesaikan tugas-tugas mereka yang terkadang jawabannya itu tidak terdapat dalam buku. Tetapi walaupun internet sangat disukai oleh-oleh para siswa-siswi SMA, kebanyakan dari mereka lebih senang membaca dari buku ketimbang dari internet dikarenakan kalau dari internet dapat merusak mata mereka akibat dari radiasi komputer tersebut.
Para siswa-siswi SMA membuka internet untuk belajar pelajaran sekolah tergantung pada si guru seberapa sering memberi tugas kepada mereka melalui internet. Karena sebagian besar para siswa-siswi SMA membuka internet untuk belajar pelajaran sekolah itu dikarenakan adanya tugas yang diberikan kepada mereka yang mengharuskan mereka membuka internet. Adapun situs-situs pelajaran yang sering dibuka para siswa-siswi SMA yaitu :
- http://Biologi.Heml.co.id pelajaran Biologi
- Pesonaedu.com pelajaran matematika dan sains
- www.ilmukomputer.com pelajaran TIK
- www.jaringanhewandantumbuhan.com pelajaran biologi
Para siswa-siswi SMA bisa menghabiskan waktu mereka untuk internetan hingga 1 s/d 5 jam mereka. Disitu mereka bermain game, mencari tugas mereka dan lain-lain. Tetapi sebagian besar para siswa-siswi SMA belum pernah mengikuti tes kemampuan melalui internet. Dikarenakan mereka tidak mengetahui nama websitenya apa. Para siswa-siswi SMA pun berpendapat bahwa internet memiliki dampak positif dan dampak negatif terhadap mereka. Dampak positifnya yaitu mempermudahkan mereka dalam mengerjakan tugas sekolah, mereka bisa menambah wawasan mereka tentang pelajaran maupun tentang teknologi itu sendiri. Dan dampak negatifnya menurut mereka adalah bisa dengan mudah mengakses website-website yang tidak sepantasnya.
Desain Poster
B. Evaluasi
Dalam menyelesaikan tugas proyek mini ini, kami tidak menemukan kendala yang begitu berarti. Namun ada beberapa hal yang membuat pengerjaan tugas proyek mini ini sedikit lama seperti membuat poster yang kami akui kami sangat sangat tidak ahlinya dan waktu yang banyak kami buang serta adanya waktu yang terbentur antar anggota kelompok.
Meskipun ada beberapa kendala yang kami hadapi, secara keseluruhan kami merasa puas dengan hasil kerja kami ini. Bagian demi bagian kami kerjakan secara bertahap dengan bersama-sama sehingga tugas ini tidak terasa begitu berat. Penelitian ini sendiri dapat berjalan lancar meskipun ada bagian-bagian yang masih terlihat kurang.
C. Testimoni
1. Testimoni Kelompok :
Menurut kelompok, proyek mini adalah tugas yang dapat menambah wawasan kami, memperkuat mental kami sebagai mahasiswa Fakultas Psikologi, dimana kami harus menghadapi murid-murid yang berbeda-beda tingkah lakunya. Dengan proyek mini ini kami sangat merasakan bahwa ini lah kegiatan mahasiswa yang sesungguhnya.
2. Testimoni Anggota :
- Rika Damayanti (11-018)
Menurut saya mengenai proyek mini itu sendiri yaitu saya merasakan bahwa saya mengalami perubahan diri seperti banyaknya pengalaman dimana saya tidak pernah terjun ke lapangan seperti kegiatan proyek mini ini sendiri.
- Siti Rizki Kartika (11-032)
Menurut saya proyek mini ini menambah pengalaman baru saya dan menambah wawasan saya karena dengan proyek mini saya bisa belajar menghadapi orang banyak dan melatih kesabaran.
- Gita Yufika (11-038)
Menurut saya, kelompok kami sudah berusaha mengupayakan yang terbaik meskipun mungkin masih jauh dari sempurna,. Saya merasa proyek ini pengalaman yang sangat berguna bagi kami nantinya dalam menyelesaikan tugas-tugas mata kuliah untuk kedepan nantinya. Saya merasa kami tidak menemukan kesulitan yang berarti, karena semuanya alhamdulillah berjalan sesuai dengan perencanaan mulai dari meminta surat izin hingga pelaksanaan demikian juga denga partisipannya yang menunjukkan antusiasme yg tinggi dengan penelitian ini.
Daftar Pustaka:
DOKUMEN
Sekian blog dari saya, semoga blog ini dapat digunakan sebagai bahan referensi anda dan dapat bermanfaat sebaik mungkin.
saya mengucapkan terima kasih khususnya kepada:
- Teman Sekelompok Mini Proyek.
- Dosen Pengampu yaitu Ibu Filia Dina Anggaraeni.
- SMA NEGERI 11 MEDAN.
Langganan:
Postingan (Atom)



